Bangkit setelah layoff

restart: Cara bangkit setelah layoff

Setiap orang tentu tidak siap kena layoff. Namun dalam kondisi seperti sekarang ini, menghadapi pandemik wabah virus covid-19, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa memutuskan kontrak kerja para karyawannya karena alasan keuangan dan bukan karena ketidakmampuan kita dalam bekerja. Jadi, jika kita baru mengalami layoff dari perusahaan, jangan putus asa. Alangkah baiknya segera melakukan beberapa hal di bawah ini untuk bangkit setelah layoff.

Beri waktu pada diri sendiri untuk lebih tenang

Saat terkena layoff, sebaiknya kita meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat dan menenangkan diri terlebih dahulu sebelum bersiap untuk mencari pekerjaan yang baru. Jangan terburu-buru, sebab keputusan yang diambil saat ini bukan keputusan yang tepat dan kesampingkan emosional terlebih dahulu.

Kamu bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, mendekatkan diri ke pencipta kita dengan beribadah, menjalankan hobi lama yang sempat terhenti karena kesibukan, atau bernostalgia dengan melihat-lihat foto jaman dulu agar bisa lebih tenang. Setelah pikiran benar-benar sudah jernih, baru kita bisa memikirkan cara untuk menyiasati diri bagaimana mencari pekerjaan atau usaha apa yang tepat sampai pandemik berakhir dan kita pun siap untuk mencari pekerjaan baru kembali.

Ketahui bukan kita saja yang mengalami layoff

Terkena layoff dari perusahaan tempat kita bekerja memang bukan sesuatu yang diinginkan. Akan tetapi, jangan langsung down dan merasa rendah diri! Pada kenyataannya, sebenarnya kondisi pemutusan karyawan memang lumrah terjadi dalam dunia kerja, terlebih dengan adanya situasi saat ini. Tenangkan diri terlebih dahulu, jangan pernah ragu menceritakan keluhan ke orang-orang terdekat. Kemudian saat melamar pekerjaan yang baru, kita juga tidak perlu malu karena sebelumnya terkena pemutusan kontrak kerja. Sebab biasanya pihak manajer personalia memahami bahkan mungkin tak mempermasalahkan status kita sebelumnya.

Urus surat surat dari perusahaan sebelumnya

Ada beberapa jenis surat yang perlu kita siapkan atau request ke perusahaan sebelumnya.

Surat Referensi

Walaupun di-layoff, kita masih berhak menerima surat referensi dari perusahaan sebelumnya. Jangan sungkan memintanya karena pihak perusahaan tempat kita bekerja sebelumnya pasti tidak akan keberatan. Dalam hal ini, surat referensi bisa membantu untuk mencari pekerjaan baru. Selain itu, surat ini juga menunjukkan bahwa kita tetap berhubungan baik dengan perusahan sebelumnya walaupun sudah terkena layoff.

Surat Keterangan Kerja Paklaring

Namanya berasal dari bahasa Belanda. Surat ini akan kita butuhkan saat ingin mencairkan bpjs ketenagakerjaan kita. Iya, jangan lupa bahwa kita juga punya simpanan di bpjs ketenagakerjaan yang waktu kita bekerja kita tabung sedikit demi sedikit. Saat kita ingin mengambil dana dari simpanan ini, pihak bpjs ketenagakerjaan akan membutuhkan surat Paklaring yang menunjukkan bahwa kita adalah karyawan di perusahaan sebelumnya.

Kalau kita penasaran dengan saldo simpanan kita, bisa login di dashboard bpjsketenagakerjaan.

Surat bukti setor pajak

Saat kita pindah kerja, perhitungan pajak di kantor yang lama biasanya tidak dilanjutkan ke kantor yang baru. Ini yang bisa menyebabkan saat kita akan lapor pajak, kita dikenakan status kurang bayar. Kondisi ini mungkin bisa kita hindari atau minimalisir jumlahnya setelah kita dapatkan bukti setor pajak dari perusahaan sebelumnya. Surat bukti setor pajak ini kemudian bisa kita serahkan ke pihak keuangan di perusahaan yang baru untuk bisa digabungkan ke perhitungan pajak.

Join WhatsApp group alumni atau ex-perusahaan

Setelah berhenti dari kantor, kita pasti tidak mau putus hubungan dengan rekan-rekan kerja yang lama. Untuk itu, biasanya akan ada WA group tempat orang-orang yang sudah “lulus”. Banyak sekali manfaat join di group seperti ini, selain untuk menjaga silaturahmi. Melalui group ini kita juga bisa mendapatkan informasi lowongan kerja, proyek, atau mungkin kegiatan bersama.

Upgrade kemampuan diri

Saat sedang tidak bekerja, sebenarnya kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang yang bekerja, yaitu waktu. Nah waktu ini juga bisa investasikan kembali untuk meng-upgrade kemampuan diri kita. Misalnya kita bisa ikuti courses yang ada di LinkedIn atau ruang guru, udemy, dll.

Persiapkan resume dan upgrade profile LinkedIn

Poin ini penting untuk segera dilakukan jika kita sudah merasa tenang dan bersiap untuk move on dari pekerjaan sebelumnya. Hal yang tidak kalah penting dilakukan ialah update resume atau CV. Tambahkan informasi terkini mengenai keahlian kita dan pastikan kita memakai tampilan resume yang simple agar semua informasi bisa dibaca dengan jelas.

Resume tadi tidak hanya bisa dikirimkan ke tempat yang akan kita lamar via email ataupun bisa dicantumkan di LinkedIn dan situs pencari kerja. Cara ini memang lebih praktis, mengingat Kalian dapat mengirimkannya langsung tanpa menyusun email terlebih dahulu.

Coba cari sumber penghasilan sementara

Langkah yang satu ini juga penting sekali karena beberapa alasan. Dalam menghadapi pandemik saat ini, mungkin kita akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan kembali. Akan tetapi, tidak ada salahnya kita mencoba cari sumber penghasilan sementara sampai kita mempunyai penghasilan tetap. Selain itu juga membuat kita tetap mempunyai rutinitas.

Sebab jika kita tiba-tiba saja tanpa kesibukan, tentu kondisi ini bisa membuat Kalian bertambah stress dan down. Berikut hal-hal yang dapat Kalian lakukan untuk mendapatkan penghasilan sementara, diantaranya: menulis blog, berjualan makanan online, merajut, podcast, atau membuat vlog bersama anak-anak.

Bangkit setelah layoff

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan saat terkena layoff di perusahaan. Pastikan untuk tetap santai dan cari peluang bekerja di rumah atau berbisnis di rumah sampai berakhir masa pandemik virus corona

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *